3 Rumah Jebol-Puluhan Terendam Banjir Bandang di Cimahi

3 Rumah Jebol-Puluhan Terendam Banjir Bandang di Cimahi

October 25, 2020 By Jeffrey Powell

Jakarta

Banjir bandang menerjang pemukiman warga RT 04 RW 06, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi Minggu (25/10) sore. Sedikitnya 50 kepala keluarga (KK) terkena banjir.

“Yang terdampak banjir itu 50 KK pada RT 04, dan 70 KK di RT 05 tapi memutar parah di RT 04. Ketinggian air sampai 1, 5 meter, dan ada beberapa rumah awak yang kerusakannya paling parah datang jebol karena konstruksi tidak kuat menahan air, ” ungkap Besar Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Asep Bachtiar, Minggu (25/10/2020).

Akibat banjir tersebut tercatat, tersedia tiga rumah warga yang dindingnya jebol diterjang limpasan air banjir. Sementara puluhan rumah lainnya terendam banjir hingga ketinggian 1, 5 meter. Namun hanya satu KK saja yang mengungsi ke sendi kerabatnya karena rumahnya tidak bisa ditinggali

Banjir yang menerjang permukiman warga tersebut merupakan limpahan dari aliran sungai yang tersedia di belakang perumahan Graha Cakap, Kota Bandung. Air yang luber dari aliran sungai lantas limpas ke jalan, hingga akhirnya mengacung permukiman warga RW 06 dengan posisinya lebih rendah.

“Banjir ini limpasan dari Perumahan Graha Indah. Di sana tersedia sungai yang daya tampungnya sudah tidak cukup akhirnya limpas ke wilayah RT 04 dan RT 05 di RW 06. Ditambah di belakang permukiman warga tersebut juga ada aliran Sungai Cimahi yang menyempit, jadi warga diterjang banjir dari depan dan pungkur, ” jelasnya.

Pihaknya dibantu Pemadam Kebakaran dan relawan langsung melakukan pembersihan material abu banjir dan membantu warga mengungsikan barang serta perabot ke luar rumah setelah direndam air.

“Damkar dan relawan langsung turun membantu menyerahkan bantuan hajat dasar. Kita juga sudah harmonisasi dengan dinas terkait untuk pengangkutan material dari rumah yang terdampak. Damkar juga menyemprot air buat membersihkan lumpur, ” terangnya.

Enih (60), warga setempat mengatakan banjir terjadi saat hujan deras mengguyur. Air tiba-tiba mengacung pemukiman hingga setinggi dada orang dewasa, arus saat air limpas dari atas ke sungai dalam belakang rumah warga pun lulus deras.

“Air tersebut tiba-tiba datang dengan arus deras, tapi langsung masuk ke sungai di belakang. Cuma sungai dalam belakang rumah warga juga banjir, jadi agak lama merendam sendi warga. Rumah saya kerendam, barang-barang habis termasuk motor terendam. Hamba tadi menyelamatkan diri ke lantai dua rumah” tuturnya.

Hingga malam hari, warga sedang berjibaku mengeluarkan barang dari di dalam rumah untuk dibersihkan. Mereka pula sibuk membersihkan bagian dalam rumah dari sisa lumpur dan air yang menggenang.

(dwia/dwia)