5 Mitos dan Fakta Perkara Ancaman Kecerdasan Buatan

April 24, 2021 By Jeffrey Powell

Jakarta

Dalam beberapa tahun belakangan, artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dengan cepat ‘menyerang’ kehidupan kita. Mitos-mitos sekitar AI juga menyebar dengan cepat. Faktanya seperti apa?

Jika tahu teknologi modern saat itu, dari asisten virtual sesuai Siri hingga mobil tanpa sopir, kecerdasan buatan tumbuh sangat pesat. Film-film khayalan ilmiah sering menggambarkan AI sebagai robot dengan karakteristik seperti manusia, bisa mencakup apa saja mulai daripada algoritma pencarian Google, komputer super Watson IBM, tenggat senjata otonom.

Kecerdasan buatan sejauh tersebut dirancang untuk melakukan suruhan khusus, misalnya hanya untuk pengenalan wajah, pencarian internet, atau mengendarai mobil. Tetapi untuk tujuan jangka panjang, banyak peneliti berupaya menciptakan general AI (AGI atau strong AI).

Sementara AI khusus dapat mengungguli manusia di dalam tugas spesifiknya, AGI seperti dikutip dari Future of Life, Sabtu (24/4/2021) hendak mengungguli manusia di hampir setiap tugas kognitif.

Selain anggapan kalau AI akan merebut pekerjaan manusia dan mengambil mendaulat dunia, ada beberapa keyakinan teratas tentang kecerdasan tiruan yang sering dikemukakan bani adam.

1. Kehadiran superintelligence di tahun 2100

Mitos: Kehadiran superintelligence tidak akan terhindarkan pada tarikh 2100. Atau justru pada tahun 2100 hal itu tidak mungkin terjadi.

Ada sejumlah survei yang menanyakan peneliti AI, kira-kira berapa tahun dari sekarang kita akan memiliki AI dengan tingkat kepintaran setara manusia dengan prospek setidaknya 50%.

Fakta: Para ahli terkemuka dunia tidak bersepakat bahwa kecerdasan buatan akan mengiringi kemampuan manusia. Tapi kaum peneliti lainnya menebak hal ini bisa terjadi pada kurun waktu ratusan tahun atau lebih, atau malah terjadi lebih cepat. Tidak ada kesepakatan di antara ilmuwan.

2. Cuma orang-orang kolot yang mencemaskan kecerdasan desain

Keyakinan: Kesalahpahaman umum lainnya ialah bahwa satu-satunya orang dengan menyimpan kekhawatiran tentang AI dan menganjurkan penelitian keamanan AI adalah orang-orang konservatif yang tidak tahu banyak tentang AI.

Fakta: Banyak para peneliti terkemuka di bidang kecendekiaan buatan menaruh perhatian sempurna pada isu ini.

3. Intelek buatan akan berubah menjadi jahat

Mitos: Pendapat bahwa kecendekiaan buatan akan berubah menjelma jahat, ini akan disertai dengan penggambaran robot berwajah jahat yang membawa senjata, dengan narasi bahwa itu akan bangkit dan membantai manusia.

Tanda: Para ahli meyakini kepintaran buatan akan menjadi semakin kompeten, tapi dengan efek tujuan yang tidak sebentuk dengan kita. Perhatian sempurna dari gerakan AI dengan menguntungkan bukanlah pada robot tetapi dengan kecerdasan tersebut sendiri yang tidak memerlukan tubuh robotik, hanya asosiasi internet.

4. Kita yang melayani mesin atau mesin dengan mengendalikan manusia

Mitos: Artificial intelligence tidak bisa mengendalikan manusia dan tidak punya haluan.

Fakta: Sebab AI berpotensi menjadi lebih cerdas daripada manusia mana pun, kita tidak memiliki cara pasti untuk memperhitungkan bagaimana perilakunya. Kita tak dapat menggunakan perkembangan teknologi masa lalu sebagai dasar, karena kita tidak pernah menciptakan apa pun yang memiliki kemampuan, yang disadari atau tidak, mengendalikan kita. Kecerdasan bisa memunculkan kendali. Kecerdasan bisa memiliki arah

Contoh utama dari apa yang mampu kita hadapi mungkin evolusi kita sendiri. Orang-orang periode sekarang mengendalikan planet ini, bukan karena kita dengan terkuat, tercepat atau terbesar, tapi karena kita dengan paling pintar. Jika kita bukan lagi yang paling pintar, apakah kita tetap untuk tetap memegang lagam?

Peradaban kita akan berkembang selama kita memenangkan perlombaan antara gaya teknologi yang berkembang & kebijaksanaan yang kita kelola. Dalam kasus teknologi AI, cara terbaik untuk memimpin perlombaan itu bukanlah dengan menghalangi yang pertama, namun untuk mempercepat yang terakhir, dengan mendukung penelitian mengenai keamanan AI.

Simak Video ” Singgung Space War, Jokowi Ingin BPPT Jadi Pusat Kecerdasan MENODAI
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)