Bahan Bos NASA Khawatir Lihat Kiprah China di Asing Angkasa

May 23, 2021 By Jeffrey Powell

Jakarta

Dalam setahun belakangan, China sudah berhasil melahirkan mimpi antariksanya dengan mendaratkan wahana di Bulan dan Mars. Kiprah China tersebut membuat mantan astronaut dan calon bos NASA Pam Melroy khawatir.

Melroy merupakan salah utama dari tiga kandidat pemangku administrator NASA yang dicalonkan oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Ia belum lama ini tampil dalam hadapan Senat AS untuk menjawab beberapa pertanyaan, termasuk soal aktivitas China dalam luar angkasa.

“Bukan hanya pendaratan dalam Mars, yang sangat memesona, tapi juga beberapa pendaratan di Bulan, dan tetap saja konstruksi baru buat memulai stasiun luar udara di orbit rendah Dunia, ” kata Melroy, seperti dikutip dari Space, Sabtu (22/5/2021).

Seperti diketahui, pada tahun 2019 China mendaratka rover Chang’e 4 di sisi terjauh Bulan. Misi itu disusul oleh Chang’e 5 pada tahun 2020 yang berhasil membawa pulang sampel Bulan ke Bumi.

Sementara itu, di dalam akhir pekan lalu China berhasil mendaratkan rover Zhurong di Mars sebagai periode dari misi Tianwen-1. Secara pencapaian ini, China menjelma negara kedua yang sukses mendaratkan rover di Planet Merah setelah AS.

Melroy mengatakan dia tetap akan mendukung patokan saat ini yang melarang NASA untuk terlibat pada aktivitas luar angkasa dengan China tanpa dukungan Konvensi AS, atau yang lumrah sebagai Wolf Amendment.

“China telah mendirikan cita-citanya sangat jelas berantakan untuk mengambil kejayaan luar angkasa dari AS. Jadi, kami berhak untuk khawatir, jika Anda menambahkan kewaswasan lain tentang pencurian kebesaran intelektual dan perilaku agresif di luar angkasa, ” ucap Melroy.

“Namun, kami harus hidup bersama-sama di domain sungguh angkasa. Jadi ada kalanya bagi kepentingan bersama GANDAR untuk berbicara dengan China, ” imbuhnya.

Mantan astronaut NASA tersebut juga berbicara soal kejadian jatuhnya roket Long March 5B milik China pada perairan Maladewa pada 8 Mei lalu. Menurutnya NASA sudah memiliki praktek mitigasi sampah luar angkasa yang ditriru banyak negara asing, sehingga NASA harus gagah mengkritik China jika itu melanggar aturan tersebut.

Melroy bukan tunggal petinggi NASA yang khawatir dengan kemajuan China pada luar angkasa. Administrator NASA Bill Nelson, yang bakal menjadi bos Melroy, belum lama ini mengungkap kekhawatirannya tentang rencana China buat mengirimkan lebih banyak urusan ke Bulan.

“Mereka (China)akan mendaratkan pribadi di Bulan. Itu seharusnya memberitahu kita bahwa kita harus bergerak cepat dan membuat sistem pendaratan manusia kita berjalan dengan lengkap semangat, ” kata Nelson merujuk pada misi NASA untuk mendaratkan astronaut pada Bulan pada tahun 2024.

Simak Video ” Detik-detik Ingenuity Melayang Perdana di Planet Mars
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/afr)