Bukti MV Swift Rescue Singapura yang Temukan KRI Nanggala-402

April 26, 2021 By Jeffrey Powell

Jakarta

Kapal selam KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam beserta 53 awaknya di perairan Bali. Kapal selam buatan Jerman tersebut ditemukan oleh kapal Singapura MV Swift Rescue dalam kondisi terbelah menjelma 3 bagian.

Seperti apa seluk beluk MV Swift Rescue yang telah berjasa dalam urusan ini? Berikut fakta menariknya, dikutip detikINET dari Naval Technology, Senin (26/4/2021):

Diluncurkan tarikh 2008

MV Swift Rescue adalah kapal jenis Submarine Support and Rescue Vessel (SSRV) yang dioperasikan sebab Angkatan Laut Singapura. Pembuatnya ST Marine, perusahaan subsidiary dari Singapore Technologies Engineering (ST Engineering) dengan kos sekitar USD 400 juta.

Peluncuran pertama MV Swift Rescue merupakan pada tahun 2008 serta merupakan kapal pertama hak AL di Asia Tenggara yang punya kapabilitas menyelamatkan awak kapal selam. Kapal ini panjangnya 85 meter, lebar 18, 3 meter dan kedalaman dek istimewa 7, 5 meter. Ia dapat menampung sampai 27 awak.

Sistem Penyelamatan

Untuk misi penyelamatan, MW Swift Rescue dilengkapi dengan Submarine Rescue Vehicle DSAR 6, Integrated Navigation & Tracking System, set kendaraan bawah laut Remotely Operated Vehicle (ROV) & lain sebagainya.

DSAR 6 SRV (Submarine Rescue Vehicle) merupakan pesawat selam yang dapat mengungsikan kru dari kapal selam yang tenggelam, dioperasikan besar nakhoda dan dapat menampung 17 tim penyelamat. Tempat akan diluncurkan dan diambil kembali ke kapal MV Swift Rescue oleh bentuk bernama Launch and Recovery System (LARS).

Dalam misi penyelamatannya, DSAR 6 yang sepanjang 9, 6 meter ini bisa mencapai kedalaman 500 meter ke lokasi kapal menyelundup yang celaka. DSAR 6 berbentuk kapsul itu mencantumkan badannya ke kapal selam untuk menyelamatkan penumpang dengan terjebak.

Kapsul itu dapat membawa had 40 orang. Ruang bernama The Transfer Under Pressure (TUP) akan menampung para-para awak yang diselamatkan serta dibekali peralatan medis, pra diantar ke atas permukaan laut.

Buat menemukan lokasi kapal menghunjam, ada sistem sonar serta kendaraan bawah air Remotely Operated Vehicle (ROV). Sesudah terlacak di lokasi sudah pasti, ROV juga akan membersihkan puing-puingnya jika perlu.

Ada pula sarana helipad di MV Swift Rescue. Bisa ditebak, gunanya adalah untuk mengantarkan para awak kapal selam dengan celaka ke fasilitas medis yang lebih baik dengan helikopter. Sedangkan perawatan sementara bisa dilakukan di pada kapal karena ada vila sakit di dalamnya dengan 18 kasur.

Tak hanya itu, MV Rescue Swift juga memiliki perahu cepat yang mampu diisi 50 orang pengikut. Kapal ini memudahkan evakuasi korban bila dalam iklim kritis.

Selain dikerahkan ke Bali, dalam misi sebelumnya MV Swift Rescue pernah membantu upaya penemuan pesawat Malaysia Airlines Flight 370 di tahun 2014. Pada Desember 2014, kapal ini juga membangun pencarian Air Asia Flight 8501 yang celaka.

Sumber gaya MV Swift Rescue

Sumber gaya MV Swift Rescue ialah dua mesin diesel MAN 2040kW, tiga generator Caterpillar 1, 360kW, baling-baling dalang CPP Kort dan generator darurat 95kW. Kecepatan maksimum yang dapat dicapai merupakan 12 knot. Kemudian, MV Rescue Swift dapat beroperasi terus menerus sampai 28 hari.

Simak Video ” Baju Keselamatan Jasad KRI Nanggala-402 Belum Tahu Dipakai
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)