Catat! Ganjil-Genap di DKI Belum Aci Lagi karena PSBB Transisi Diperpanjang

Catat! Ganjil-Genap di DKI Belum Aci Lagi karena PSBB Transisi Diperpanjang

November 22, 2020 By Jeffrey Powell

Jakarta kacau

Pemprov DKI Jakarta resmi memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi tenggat 6 Desember 2020. Untuk tersebut, kebijakan sistem ganjil-genap di DKI juga belum diberlakukan.

Perpanjangan PSBB transisi itu disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui siaran pers PPID DKI Jakarta, Minggu (22/11). Perpanjangan itu dimulai terhitung dalam hari ini, Senin, 23 November sampai dengan 6 Desember 2020 mendatang.

“Seperti diketahui bersama, Pemprov DKI Jakarta bisa menerapkan kebijakan rem darurat atau emergency brake policy apabila berlaku kenaikan kasus secara signifikan ataupun tingkat penularan yang mengkhawatirkan jadi membahayakan pelayanan sistem kesehatan, ” ujar Anies.

Sejalan dengan itu, Dirlantas Polda Metro Hebat juga belum memberlakukan sistem ganjil-genap bagi kendaraan bermotor roda 4 pada hari ini.

“Besok hari Senin tanggal 23 November 2020 untuk pembatasan morat-marit lintas dengan sistem ganjil-genap (GaGe) masih belum diberlakukan, ” sirih Kasubdit Gakkum Ditlantas PMJ, AKBP Fahri Siregar.

Dasar Pemprov DKI memperpanjang PSBB transisi tak lepas masih adanya penularan virus Corona. Anies bahkan mem soal jumlah kasus positif dalam Jakarta pada pekan ini membelah rekor baru.

“Perlu diketahui bahwa laporan harian peristiwa positif di Jakarta mencapai rekor baru yaitu 1. 579 kasus hari Sabtu (21/11) kemarin. Kedudukan tersebut jangan sampai membuat kita semakin abai dan tidak peraturan, ” kata Anies.

Ia meminta seluruh warga semakin disiplin mematuhi protokol kesehatan. Ia mengatakan Pemprov akan semakin murni menegakkan aturan protokol kesehatan.

“Ingat, masih terjadi transmisi meskipun melambat. Ke depan, ana akan semakin memasifkan penegakan hukum atas protokol kesehatan dan kami berharap masyarakat proaktif bila pelajaran pelanggaran, ” ujarnya.

Ia meminta kepada warga DKI untuk tak takut melaporkan kondisinya jika merasa terpapar virus Corona. Ia kembali menekankan warga DKI agar patuh kepada protokol kesehatan sebab penyebaran COVID-19 masih ditemukan.

(ibh/ibh)