Cerita Nenek Amsani Terjebak Banjir Ciganjur Hingga Digendong Petugas Evakuasi

Cerita Nenek Amsani Terjebak Banjir Ciganjur Hingga Digendong Petugas Evakuasi

October 12, 2020 By Jeffrey Powell

Jakarta

Longsornya tanah perumahan di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mendirikan panik warga sekitar. Terkhusus warga yang rumahnya berada di kolong perumahan tersebut.

Salah satunya, seorang nenek bernama Amsani (63). Amsani bercerita sewaktu longsor terjadi, dirinya sedang berada di rumah tetangga yang berlokasi pada RT 4 RW 2 Ciganjur. Amsani mengatakan air secara tiba-tiba menerjang permukiman warga.

“Saya di rumah tetangga. Abis tuh tiba-tiba banjir, terus yang punya rumah jangan pergi bu sini saja nunggu perahu sampai, ” kata Amsani kepada detikcom di Ciganjur, Jakarta Selatan, Senin (12/10/2020).

Amsani akhirnya terjebak di rumah kerabatnya. Dari di dalam rumah, ia melihat genangan cairan semakin meninggi.

Sesudah menunggu beberapa waktu, akhirnya aparat pun datang ke tempatnya. Petugas itu kemudian menggendong Amsani untuk dievakuasi.

“Woah dalam luar tuh udah segini ya, terus ayo bu saya membawa. Eh saya mau turun bahkan ngambang kaki saya udah bersetuju hanyut. Akhirnya dibantu sama yang pakai kuning-kuning itu tuh digendong, ” ujarnya

“Saya kan sudah mau merosot tuh, bu pegangan ya supaya terangkat ke atas, megangin kaki apa kan perahu disini, rumah aku di sana. Aduh rasanya jauh banget, ” ungkapnya.

Kini, Amsani mengungsi di salah satu posko pengungsian yang berada di sekitar area banjir. Dia sedang membayangkan peristiwa banjir yang begitu cepat membanjiri permukiman tersebut.

“Cepet banget deh (air). Gak pakai jam-jaman. Berapa setengah jam atau 15 menit telah. Saya sudah gemeteran, lemes sungguh, ” ucapnya.

Amsani saat ini belum ingin kembali ke rumahnya meskipun banjir telah surut. Hal ini dikarenakan iklim kesehatannya yang kurang baik dan listrik rumahnya yang belum menyala sampai saat ini.

“Dari siang kayaknya (sudah surut), abis dhuhur. Saya memang nggak pulang-pulang kakinya sakit juga, ” jelasnya.

Seperti diketahui, Banjir melanda permukiman warga di Ciganjur, Jakarta Selatan (Jaksel), belakangan surut. Banjir sempat menggenang selama tiga hari karena terkendala beberapa hal.

Camat Jagakarsa Alamsyah mengatakan akses jalan dengan sempit menyebabkan alat berat pelik menuju lokasi longsor. Akhirnya, petugas pun memilih menyedot air memakai pompa apung yang lebih mudah-mudahan dioperasikan.

“Kendala yang pertama adalah sulitnya masuk jalan berat, aksesnya, karena kalau kita pakai long arm itu hidup harus 12 meter, kalau nggak itu nggak bisa masuk. Nah ini kita ambil dengan Sudin Air adalah yang kecil-kecil dulu (pompa apung) yang bisa mengakar karena prinsip air harus ngalir, kata gubernur, yang penting air ngalir dulu biar tidak ada banjir susulan tadi disampaikan selalu, ” kata Alamsyah kepada wartawan di Ciganjur, Senin (12/10/2020).

(eva/eva)