Depan TV Milik FPI Hilang, Itu 'Aturan Penurunan Paksa' dari YouTube

Depan TV Milik FPI Hilang, Itu ‘Aturan Penurunan Paksa’ dari YouTube

December 17, 2020 By Jeffrey Powell

Jakarta semrawut

Channel Front TV milik FPI hilang dari YouTube. Apa penyebabnya?

Pihak manajemen Front TV dalam informasi resminya menduga semua itu arah permintaan pemerintah ke YouTube. Soal ini detikINET telah coba men pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk mengonfirmasi, sayangnya mematok artikel ini tayang belum tersedia respons.

YouTube sendiri punya kebijakan pembatasan bilamana mengenai community guideline. Mereka tidak segan-segan penurun paksa konten atau channel bilamana melanggar salah satu poin berikut ini:

Konten seksual atau ketelanjangan

YouTube melarang penggunanya memposting konten pornografi ataupun seksual vulgar. Lebih-lebih soal memakai anak, YouTube tak segan melaporkan ke pihak berwajib

Konten yang merugikan serta berbahaya

YouTube melarang memposting video yang mendorong orang lain untuk melakukan berbagai peristiwa yang membuat mereka terluka pelik. Video yang menampilkan tindakan beresiko dan berbahaya dapat dikenakan pemisahan usia atau malah bisa dihapus, tergantung pada tingkat keparahannya.

Konten yang Mengandung Kesumat

YouTube memang platform untuk kebebasan berekspresi, namun tidak mendukung konten yang memupuk ataupun membenarkan tindakan kekerasan, baik terhadap individu maupun kelompok berdasarkan suku bangsa, etnis, agama, disabilitas, jenis kelamin, usia, kebangsaan, orientasi seksual serta lainnya.

Konten kebengisan atau vulgar

YouTube melarang memposting konten kekerasan atau menyeramkan yang tujuan utamanya membuat orang terkejut, mencari sensasi atau bersifat kurang sopan. Bila pun ingin memposting konten kekerasan pada konteks berita atau dokumenter diharapkan memberikan informasi yang memadai biar penonton memahami hal yang terjadi di dalam video.

Pelecehan dan cyberbullying

YouTube melarang pengguna memposting video dan komentar kasar. Jika pelecehan tersebut melanggar batas yang mengarah pada serangan jahat, konten yang dimaksud dapat dilaporkan dan jadi dihapus.

Spam, Metadata yang menyesatkan dan Scam

YouTube melarang pengguna membuat deskripsi, tag, judul, atau thumbnail yang menyesatkan untuk meningkatkan jumlah penayangan. Memposting konten yang tidak bertarget, tidak diinginkan, atau berulang, termasuk di antaranya komentar dan perintah pribadi, dalam jumlah besar selalu tidak diperbolehkan

Risiko

Hal-hal seperti temperamen predator, mengintai seseorang, ancaman, pelecehan, intimidasi, pelanggaran privasi, mengungkapkan informasi pribadi orang lain, dan menghasut orang lain untuk melakukan tindak kekerasan atau melanggar Persyaratan Penerapan akan ditindak tegas. Siapa selalu yang diketahui melakukan hal tersebut dapat diblokir secara permanen daripada YouTube.

Hak Membentuk

YouTube melarang upload video yang bukan buatan sendiri, atau memakai konten dalam video yang hak ciptanya dimiliki orang lain, seperti trek musik, kutipan program berhak cipta, atau video yang dibuat pengguna lain, minus izin yang diperlukan.

Privasi

YouTube melarang memposting informasi pribadi orang lain tanpa izin, yang bersangkutan bisa meminta agar konten tersebut dihapus berdasarkan panduan privasi YouTube.

Peniruan Jati

Akun yang terbukti meniru channel atau individu lain dapat dihapus berdasarkan kebijakan peniruan identitas YouTube.

Keselamatan Anak

Tidak cuma menurunkan, konten yang mengancam kesejahteraan anak bisa dilaporkan ke bagian berwajib untuk ditindak.

Simak Video ” YouTube Buka Suara soal Hilangnya Channel Front TV
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)