Disidang 31 Agustus, Ini Pasal Dakwaan Vanessa Angel di Kasus Psikotropika

Disidang 31 Agustus, Ini Pasal Dakwaan Vanessa Angel di Kasus Psikotropika

August 27, 2020 By Jeffrey Powell

Jakarta semrawut

Sidang perdana Vanessa Angel terkait kasus psikotropika bakal digelar pada Senin (31/8). Vanessa Angel akan didakwa dengan Kausa 62 UU RI No. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Bab 62 UU RI No. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika juncto Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2018 mengenai Perubahan Penggolongan Psikotropika dalam Tambahan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, ” kata Humas Pengadilan Negeri Jakbar Eko Ariyadi dalam keterangan tertulisnya kepada kuli, Kamis (27/8/2020).

Seperti apa rangkaian urutan peristiwa kejadian, nanti akan terungkap semua zaman jaksa membacakan surat dakwaan, yang tentu saja kronologinya merujuk di dalam pasal di atas. Nantinya perkara akan disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Barat.

Sebelumnya, polisi menetapkan Vanessa Angel sebagai tersangka kasus psikotropika. Atas hal tersebut Vanessa gawat hukuman di atas 6 tahun penjara.

Namun penjaga memberinya tahanan kota, karena kaum pertimbangan. Salah satunya situasi era ini yang sedang dilanda wabah Corona.

“Sudah terbit sprinhan, tetapi jenisnya penahanan tanah air. Jadi tidak boleh keluar daripada Jakarta selama penahanan, ” terang Kasat Narkoba Polres Jakbar Kompol Ronaldo Maradona, Rabu (19/8) lalu.

Dengan status sebagai tahanan kota, Vanessa Angel dikenakan wajib lapor ke Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Barat.

Setelah kasusnya dilimpahkan ke Kejadi Jakarta Barat, Vanessa Angel pula tidak ditahan. Kejari Jakbar memberinya tahanan kota dengan pertimbangan Vanessa Angel masih menyusui.

“Terhadap tersangka, kami tidak melakukan penahanan. Adapun yang menjadi pertimbangan kami tersangka masih memiliki budak yang perlu menyusui yang masih membutuhkan ASI ibunya, ” cakap Kasi Intel Kejari Jakbar Edwin I Beslar di Kejari Jakbar, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (6/8/2020).

Edwin mengatakan peristiwa Vanessa akan segera dibawa ke pengadilan untuk persidangan. Dia menyebut persiapan sidang kurang-lebih memakan periode 2 pekan.

Sebelumnya, polisi menetapkan Vanessa Angel jadi tersangka di kasus psikotropika. Vanessa Angel disebut tanpa hak membenahi psikotropika Golongan IV.

Ronaldo mengatakan bahwa Vanessa Angel mengaku memiliki resep dokter untuk membeli Xanax tersebut. Akan tetapi, dosis Xanax yang dimiliki Vanessa Angel tidak sesuai dengan resep dokter.

“Tanpa benar menyimpan, memiliki bisa dipidana, tersedia ancaman hukumannya. Jadi bukan resep yang palsu dan dokter dukung keterangan bahwa salah satu dulu ada resep, itu yang diberikan dan ada di tangan VA itu berbeda, yang satu di resep dokter itu 0, 5 mg, (sedangkan) yang kami tuntutan dari Saudari VA 1 mg, ” kata Ronaldo.

Polisi juga telah memeriksa dokter yang memberikan resep Xanax itu kepada Vanessa Angel.

“Jadi keterangan dokter itu ana bisa simpulkan saat ini bahwa yang dikuasai atau barang yang disita penyidik dari Saudari VA itu bukanlah benda yang cocok yang diberikan resep dokter yang dijelaskan dari yang sebelumnya, ” jelasnya.

(mei/fjp)