DKI Jakarta Terbanyak Pedagang Pasar Tentu COVID, Golkar: Cambuk Buat Semua

DKI Jakarta Terbanyak Pedagang Pasar Tentu COVID, Golkar: Cambuk Buat Semua

July 6, 2020 By Jeffrey Powell

Jakarta porakporanda

Dewan Pimpinan Sentral Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) merilis data terbaru kejadian COVID-19 di pasar tradisional, DKI Jakarta menempati urutan pertama dengan jumlah terbanyak. Golkar DKI menilai hal ini menjadi cambuk supaya tak terulang di sektor asing.

“Ini harus siap evaluasi dan cambuk buat kita semua agar tidak terulang sedang di sektor lain, ” ujar Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco, saat dihubungi, Minggu (5/7/2020).

Meski begitu, Basri mengatakan banyaknya total kasus di pasar DKI merupakan hal yang wajar. Terlebih menurutnya, Pemerintah Daerah terlambat menerapkan protokol kesehatan di pasar.

“Iya maklum saja, Jakarta kan warganya banyak dan pasarnya juga bayak, ” kata Basri.

“Apa lagi Pemda terlambat menerapkan protokol kesehatan di pasar, jadi ya wajar saja, ” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, DPP IKAPPI merilis data terbaru peristiwa COVID-19 di pasar tradisional. Per Minggu (5/7/2020), sebanyak 833 distributor pasar terpapar COVID-19 dan DKI Jakarta menempati urutan pertama dengan jumlah terbanyak.

Kepala Bidang Organisasi DPP IKAPPI, Muhammad Ainun Najib, mengatakan ada 65 kasus baru dengan tambahan 3 pedagang pasar meninggal sejak 26 Juni lalu.

“Dengan begitu, kasus positif pedagang rekan tradisional telah mencapai 833 kasus positif dan 35 pedagang meninggal dunia, ” kata Ainun menggunakan keterangannya, Minggu (5/7/2020).

Ainun mengatakan kasus positif cerai-berai pada 164 pasar di 24 provinsi dan 72 kabupaten/kota pada Indonesia. Jumlah kasus terbanyak sedang diduduki wilayah DKI Jakarta.

Dari data IKAPPI, terekam ada 25 kasus baru dalam DKI Jakarta. Kasus terbanyak ada di Pasar Gembrong, Jakpus (4); Pasar Karanganyar, Jakpus (4); dan Pasar Kopro, Jakbar (4).

(dwia/maa)