Habib Rizieq Klaim Kasusnya Dibuka Lagi Sewaktu Masih di Mekah

Habib Rizieq Klaim Kasusnya Dibuka Lagi Sewaktu Masih di Mekah

November 11, 2020 By Jeffrey Powell

Jakarta

Habib Rizieq Syihab bicara soal keadilan sehari setelah muncul sampai RI. Awalnya, dia rencana mendengar kasusnya hendak dibuka sedang sebelum pulang dari Mekah.

“Ini saya belum apa-apa, belum pulang aja ‘Nanti Buah hati Rizieq akan kita buka sedang kasusnya’. Ini apa-apaan, sudahlah jangan buka kasus yang tidak tersedia, ” kata Habib Rizieq di dalam tayangan video yang diputar dalam YouTube Front TV, Rabu (11/11/2020).

Dia kemudian mengenai beberapa kasus penistaan yang tidak diproses hukum. Habib Rizieq menggoleng Deni Siregar, Ade Armando, maka Guntur Romli.

“Tegakan kesamarataan, siapa saja yang salah metode. Nggak bisa, ini nggak dapat dibiarkan, keadilan semacam ini gerombolan yang tak disukai pemerintah dicari-cari kesalahannya diproses, sementara kelompok yang menjilat pemerintah dibiarkan mereka melangsungkan kesalahan, nggak boleh itu dibiarkan, nggak boleh. Ini bisa menjadi bom waktu yang setiap saat bisa meledak, ” jelas dia.

“Dan kalau Anda tak mau ada revolusi berbakat, kalau tak mau ada revolusi sosial, ya perbaiki. Ulama selalu memberikan kesempatan, ayuk sama-sama perbaiki, ” imbuh Habib Rizieq.

Habib Rizieq lantas mem kalau keadilan bisa menyerap kebaikan Allah SWT. Dan, sebaliknya ketidakadilan bisa membawa musibah serta bahaya.

“Dari mana aku bisa bicara begini? Yang bicara begini bukan saya, tapi Nabi Muhammad SAW, ” ujarnya.

Imam Besar FPI itu lantas menceritakan kisah seorang hawa dari suku Quraisy yang terdapat mencuri. Ketika itu, lanjut Habib Rizieq, perempuan itu dihukum penggal tangan.

“Nabi membatalkan dengan hukum Allah SWT kalau si perempuan tadi sekalipun kedudukannya terhormat, sekalipun berasal dari tim terhormat, tetap harus dipotong tangan, kemudian ada segelintir sahabat gugup, bukan tak terima putusan Tuhan, resah bukan karena tak dapat putusan Nabi, tapi mereka terang bahwa apa yang keluar sejak mulut Nabi itu juga merupakan hukum, sehingga mereka masih meminta, yuk lobi nabi, yuk dekati nabi, yuk bicarakan dengan rasul siapa tahu ada dispensasi sebab kalau ada dispensasi dari nabi berarti itu hukum, ” papar Habib Rizieq.

Masa itu, kata Habib Rizieq, Usamah bin Zaid diutus untuk cakap pada nabi terkait hukuman tersebut. Diceritakan, dalam percakapan itu awal wajah nabi cerah, penuh dengan senyuman.

“Ini namanya melobi, sahabat nggak salah melobi nabi, kenapa nggak salah? Sebab mereka tahu kalau nabi akur itu jadi hukum, karena nabi merupakan sumber hukum. Begitu sampai pad nabi sampaikan maksudnya, mula-mula nabi gembira, wajahnya cerah, senyum, kemudian dipersilakan nabi duduk, ngobrol luar biasa. Singkat cerita, begitu berangkat cerita hajat utamanya minta kelapangan, kecerahan muka nabi hilang, senyum nabi hilang, yang tadinya rasul senyum hilang sudah, ” tutur Habib Rizieq.

“Setelah selesai Usamah bicara, apa prawacana nabi, ‘hey Usamah kau mau memberikan pertolongan kepada suatu lembaga yang sudah ditetapkan oleh Allah? Ini sudah ketetapan Allah nggak bisa diubah dan nggak dapat saya ubah, apa kau bakal ubah ini ya Usamah? ‘. Tapi setelah itu nabi kumpulkan semua sahabat, setelah kumpul, rasul menyampaikan pada para sahabat sirih nabi ada sekelompok orang, akan tetapi tak sebut nama. Ada dengan sebagian dari kamu mencoba dekati saya untuk memberikan keringanan di perempuan Quraisy, ” jelasnya.