Hiii! Ada Tikus Raksasa Santap Elang Laut Hidup-hidup

May 2, 2021 By Jeffrey Powell

Jakarta

Zirnikh berukuran kecil saja telah bikin bergidik ngeri. Nah ini nih detikers, tersedia tikus rumahan ‘berukuran super’ yang memakan hidup-hidup elang laut Tristan dewasa dalam Pulau Gough, Atlantik Daksina.

Predator itu mengancam masa depan delapan juta burung yang merambak, termasuk spesies yang gawat punah seperti albatros Tristan dan MacGillivray’s Prion, menurut laporan dari Royal Society for the Protection of Birds (RSPB).

Setiap tahun, sekitar sepertiga dari albatros Tristan dimakan oleh tikus, tetapi datang sekarang tidak ada konfirmasi bahwa burung Tristan serupa dikonsumsi mereka. Dengan cuma beberapa pasang burung yang berkembang biak di wadah lain, hewan pengerat tersebut dapat membuat elang bahar menuju kepunahan.

Untuk penjelasan melanda hewan pengerat raksasa tersebut, tikus besar tersebut sanggup tumbuh hingga 50% lebih besar dari biasanya. Mereka telah beradaptasi untuk menggenjot burung laut di pulau terpencil.

Mengutip Daily Mail, kematian apalagi untuk satu elang bahar Tristan dewasa sangat memerihkan, karena burung-burung tersebut perdana mulai berkembang biak sesudah berumur sepuluh tahun & kemudian hanya setiap dua tahun setelahnya.

Sementara albatros Tristan biasanya menjadi dewasa sekitar satu tahun ketika dibesarkan sebab dua wali. Mereka mampu membutuhkan waktu berbulan-bulan bertambah lama untuk mandiri kalau hanya diberi makan oleh satu pengampu saja.

Kematian seekor elang laut dewasa, membuat anak-anak dari burung yang dilindungi itu berada dalam status genting.

“Melihat induknya terbunuh dengan cara ini, dan anaknya di bahaya seperti itu, sungguh memerihkan, ” kata asisten lapangan senior RSPB, Kim Stevens.

Albatros adalah burung yang berumur panjang dan menghabiskan sebagian gembung hidupnya terbang di atas lautan, mereka membutuhkan tempat yang aman untuk meluluskan makan untuk membesarkan anak-anaknya.

Kehilangan itu membuat albatros betina harus membesarkan anak-anaknya sendirian. Anak-anak itu berisiko kelaparan, belum lagi ancaman dimakan sebab tikus yang mengerikan tersebut.

Untuk mengatasi masalah di Gough, RSPB telah bekerja sama secara kelompok-kelompok termasuk Pemerintah Inggris untuk meluncurkan program bertugas membasmi setiap tikus di pulau itu. Dengan sejenis, mereka bisa mengembalikan Pulau Gough sebagai surga rumor laut.

Proyek ini awalnya dimaksudkan buat dimulai tahun lalu, namun mengalami penundaan akibat pandemi COVID-19 yang memaksa pengelola untuk membawa pulang awak mereka melalui udara. Patuh RSPB, penundaan tersebut menerbitkan proyek mengalami defisit pendanaan yang signifikan.

Simak Gambar ” Warga Kira-kira Jembatan Cibeet: Pemudik Mulai Ramai Malam
[Gambas:Video 20detik]
(ask/rns)