Jadi Tersangka Komen Tak Sopan KRI Nanggala, Imam Kena UU ITE

April 27, 2021 By Jeffrey Powell

Jakarta awut-awutan

Imam Kurniawan asal Sumatra Utara dengan diduga menulis komentar tidak senonoh kepada awak KRI Nanggala-402 dijadikan sebagai simpulan. Ia terjerat UU ITE.

Sebagaimana ditulis detikNews , Imam ditetapkan sebagai simpulan setelah diperiksa oleh polisi terkait dugaan pelanggaran UNDANG-UNDANG ITE. Imam disangkakan Kausa 28 ayat (2) juncto Pasal 45A ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan pada UU Nomor 11 Tarikh 2008 tentang ITE.

Mengutip laman resmi Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 28 bagian (2) dan Jo Pencetus 45 merupakan ketentuan dengan mulai digunakan dalam kasus-kasus penyebaran kebencian berbasis CERAI BERAI.

Lebih jelasnya, bunyi Pasal 28 ayat (2) UU ITE adalah sebagai berikut:

“Setiap karakter dengan sengaja dan minus hak menyebarkan informasi dengan ditujukan untuk menimbulkan menemui kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat terbatas berdasarkan atas suku, petunjuk, ras, dan antargolongan (SARA). ”

ICJR meyakini bahwa penerapan pasal 28 ayat (2) ITE di tahun-tahun kelak akan lebih meningkat dikarenakan elemennya lebih luas, secara ancaman pidana yang bertambah berat dan secara istimewa mudah menyasar penyebar kesumat berbasis SARA di negeri maya, dibanding UU lainnya.

Ada sejumlah kasus yang berhasil diperkarakan dengan UU ITE yang satu ini. ICJR mengecap salah satunya kasus I Wayan Hery Christian. Dia divonis penjara tujuh bulan karena terbukti bersalah di dalam persidangan di Pengadilan Kampung Palu.

Vonis menyatakan pria tersebut terbukti melakukan tindakan penistaan agama melalui sarana informasi teknologi sesuai pasal 28 ayat (2) juncto pasal 45 Ayat (2) UU Bagian 11 Tahun 2008 mengenai Informasi Transaksi dan Elektronik (ITE). Perkara bermula setelah ia membuat status yang melecehkan di media sosial karena merasa terganggu pandangan takbir menyambut Idul Adha.

Status I Wayan Hery tersebut tersebar luas di masyarakat serta akhirnya dilaporkan warga ke polisi. Kasus berujuang dalam permintamaafan dirinya dan pihak keluarga kepada masyarakat merata yang terganggu dengan kedudukan yang ia buat.

Simak Video ” Urusan Dugaan Pencemaran Nama Tertib Pengurus IPW Berakhir Damai
[Gambas:Video 20detik]
(ask/ask)