Kondisi Tebalik Kopi Jaksel Boleh Buka Lagi: Izin Usaha-Bayar Denda Rp 50 Juta

Kondisi Tebalik Kopi Jaksel Boleh Buka Lagi: Izin Usaha-Bayar Denda Rp 50 Juta

September 5, 2020 By Jeffrey Powell

Jakarta

Tebalik Kopi di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, ditutup permanen sampai masa yang tidak ditentukan karena berani membuka kedai setelah melanggar sanksi tutup 1×24 jam. Kasatpol PP DKI Arifin mengatakan mereka masih diperbolehkan buka, tetapi harus menutup izin usahanya terlebih dahulu.

“Saya perintahkan semalam tersebut ditutup permanen sampai dia memiliki izin. Kalau dia punya izin, baru dia boleh buka, ” kata Arifin ketika dimintai konfirmasi, Sabtu (5/9/2020).

Tebalik Kopi ditutup permanen setelah kedapatan tidak memiliki izin dan menjual minuman keras. Selain harus menutup izin, sebut Arifin, pengelola tempat makan itu juga wajib memenuhi sanksi denda pelanggaran COVID-19 sejumlah Rp 50 juta.

“Sebelum dia buka, harus penuhi zaman sanksi protokol COVID, yaitu kompensasi Rp 50 juta harus tukar. Karena ketentuan dalam Pergub, pengingkaran yang kedua sanksi Rp 50 juta, ” ujar Arifin.

Arifin mengatakan Pemprov DKI tidak melarang pembukaan tempat jalan. Namun dia ingin pelaku daya tetap berkomitmen mematuhi protokol kesehatan tubuh.

“Bagi restoran, kafetaria, atau sejenisnya, Pemprov DKI tidak pernah melarang tempat usaha menutup, tidak ada pemberlakuan jam malam juga seperti kota lain. Hanya, ada peraturan yang mengatur aturan kesehatan. Kalau kita punya janji yang sama menuntaskan COVID pada Jakarta, patuhi itu semua para-para pelaku usaha, ” kata Arifin.

“Bagi yang melakukan pelanggaran, kami tidak pernah beristirahat untuk tegas melakukan penindakan, ” imbuhnya.

Sebelumnya, Kasatpol PP DKI Arifin meluapkan kemarahannya saat datang ke Kafe Tebalik Kopi di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, dalam video diunggah Instagram @satpolpp. dki. Arifin menjelaskan dia marah karena pengelola restoran tak mempedulikan protokol COVID-19 dan nekat melanggar sanksi tutup 1×24 tanda.

“Saya marah sebab pihak pengelola tidak mempedulikan keyakinan protokol COVID untuk memberikan perlindungan ke semua orang, pengunjung maupun yang bekerja di sana, ” kata Arifin ketika dimintai penyungguhan, Sabtu (5/9/2020).

(lir/lir)