KPK Panggil Eks Anggota DPRD Mulut Enim Terkait Suap Proyek Jawatan PUPR

KPK Panggil Eks Anggota DPRD Mulut Enim Terkait Suap Proyek Jawatan PUPR

July 13, 2020 By Jeffrey Powell

Jakarta

Penyidik KPK memanggil mantan Anggota DPRD Muara Enim, Samudra Kelana terkait urusan suap proyek di Dinas PUPR Muara Enim. Samudra rencananya dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Plt Kadis PUPR Muara Enim, Ramlan Suryadi.

“Yang terlibat dipanggil sebagai saksi untuk tersangka RS (Ramlan Suryadi), ” sekapur Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (13/7/2020).

Samudra Kelana merupakan Anggota DPRD Muara Enim Periode 2014-2019.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan dua tersangka baru yakni Ketua DPRD Muara Enim, Aries HB dan Plt Kadis PUPR Muara Enim, Ramlan Suryadi. Penetapan kedua tersangka merupakan hasil pengembangan kasus dugaan suap proyek di Dinas PUPR yang menjerat Bupati Muara Enim nonaktif, Ahmad Membandingkan. Keduanya itu ditangkap pada Minggu (26/4).

KPK menebak Aries dan Ramlan turut menerima uang dari pengusaha Robi Okta Fahlefi. Aries diduga menerima kekayaan sebesar Rp 3. 031 miliar, sedangkan Ramlan diduga menerima kekayaan sebesar Rp 1. 115 miliar dan telepon seluler merek Samsung Note 10.

Pemberian uang terhadap kedua tersangka itu diduga bagian dari commitment fee proyek di Dinas PUPR dengan diperoleh Robi. Total ada 16 paket pekerjaan di Kabupaten Mulut Enim dengan nilai Rp 130 miliar.

Sebelumnya, KPK terlebih dahulu menjerat tiga karakter sebagai tersangka, yakni Ahmad Yani selaku Bupati Muara Enim, Besar Bidang Pembangunan Jalan dan PPK di Dinas PUPR Muara Enim, Elfin Muhtar, serat pengusaha Robi Okta Fahlefi dari PT Enra Sari.

Ketiga tersangka itu kini telah divonis bersalah oleh majelis hakim. Ahmad Menjalankan divonis 5 tahun penjara, Elfin Muhtar 4 tahun penjara dan Robi Okta 3 tahun tangsi.

(ibh/idh)