PD Kritik Anies Hapus Ganjil Genap di Pasar Tapi Batasi Pengunjung

PD Kritik Anies Hapus Ganjil Genap di Pasar Tapi Batasi Pengunjung

July 2, 2020 By Jeffrey Powell

Jakarta kacau

Gubernur DKI Anies Baswedan menghapus aturan ganjil penuh di pasar, tapi akan membatasi jumlah kapasitas pengunjung. Fraksi Golongan Demokrat DPRD DKI menilai kebijakan membatasi itu akan menjadi suram.

“Pemprov meniadakan tersebut tapi untuk membatasi 50 obat jerih pengunjung itu sebenarnya akan pelik dibendung, ” kata Ketua Bagian Demokrat DKI Desie Christhyana, masa dihubungi, Kamis (2/7/2020).

Desie menyarankan agar pemprov menyelenggarakan kedua aturan itu, tidak mengeluarkan salah satu. Sebab, kebanyakan dengan terpapar positif COVID merupakan distributor.

“Saya lebih setuju lestari adanya aturan ganjil genap sekaligus membatasi pengunjung 50 persen dengan aturan protokol yang jelas, sebab rata-rata yang kena COVID pasti adalah pedagang, ” ujarnya.

Lebih lanjut, Desie mengucapkan pemprov untuk mengawasi protokol kesehatan secara ketat. Dia berharap elok Pemprov ataupun Perumda Pasar Jaya menyiapkan masker dan sarung tangan.

“Dan saya mengharap agar pemprov atau PD Pasar Jaya mempunyai aturan atau menyampaikan sarung tangan dan masker kepada pengunjung dan pedagang, ” katanya.

Seperti diketahui, Anies mengatakan aturan ganjil-genap toko di pasar saat PSBB transisi telah ditiadakan. Jam operasional pasar pula akan dinormalkan seperti sediakala.

“Akan dilakukan pengawasan teliti, jam operasinya akan dikembalikan biasa, ganjil-genap di dalam pasar akan ditiadakan, ” kata Anies dalam konferensi pers virtual yang disiarkan di kanal YouTube Pemprov DKI, Rabu (1/7/2020).

Walaupun demikian, karena pasar masih menjelma salah satu area penularan virus Corona (COVID-19), aparat TNI-Polri dan petugas Pemprov DKI akan mengarahkan jumlah orang yang masuk pasar. Anies menegaskan jumlah pengunjung rekan tak boleh melebihi 50 tip kapasitas pasar.

(eva/isa)