Pustaka Pandemi COVID-19 Berakhir?

June 27, 2021 By Jeffrey Powell

Jakarta

Bagi sebagian orang, pandemi COVID-19 mungkin sudah berakhir. Namun bagi yang lain, barangkali terasa seperti tidak mau pernah berakhir. Kita belajar dari sejarah bahwa pandemi memang akan usai di akhirnya. Tetapi kapan tepatnya ini akan berakhir, & apa yang diperlukan untuk akhirnya “normal” kembali?

Organisasi kesehatan dunia WHO secara resmi menyatakan COVID-19 sebagai pandemi di dalam Maret 2020. Suatu aib menjadi pandemi jika menyebar ke seluruh negara, kesultanan, dan/atau wilayah dan kalau dapat dengan mudah menyebar dari orang ke orang, menginfeksi sejumlah besar karakter.

“Pandemi ialah kapan saja penyakit merebak dengan cepat ke segenap dunia, ” kata Casey Pinto, asisten profesor menuntut kesehatan masyarakat di Penn State College of Medicine, dikutip dari ABC, Minggu (27/6/2021).

Jadi, pandemi dimulai dengan penyakit, biasanya penyakit segar seperti COVID-19, lalu merebak dengan cepat ke segenap dunia. Tapi, kapan & bagaimana akhirnya?

“Itu pertanyaan fantastis yang para ahli di segenap dunia benar-benar pikirkan zaman ini karena sangat suram untuk mengatakan kapan pandemi berakhir, ” kata Pinto.

WHO mengucapkan, belum pernah ada pandemi yang disebabkan oleh virus Corona. Mereka mendefinisikan kaum fase pandemi influenza, lengah satunya adalah periode pascapandemi.

“Pada periode ini, tingkat aktivitas influenza telah kembali ke tingkat yang terlihat pada influenza musiman di sebagian gembung negara dengan pengawasan dengan memadai, ” menurut WHO.

COVID-19 disebabkan oleh virus Corona dengan berbeda dari virus influenza. Namun definisi pascapandemi itu dapat memberikan beberapa pedoman tentang kapan pandemi tersebut akhirnya akan berakhir.

“Meskipun spesifikasinya tidak jelas, hal utama dengan diambil ketika pandemi sudah adalah ketika kita mampu mengatakan bahwa virus meninggalkan menyebar dengan mudah dalam antara suatu populasi, ” kata Pinto.

Bagaimana pandemi usai

Ada beberapa faktor yang berkontribusi untuk menyentuh titik ketika virus beradu menyebar dengan mudah. Tetapi satu faktor terbesar adalah mencapai kekebalan kelompok, & tidak hanya mencapai kekebalan kelompok di satu negeri saja, melainkan seluruh negeri.

“Karena kita adalah masyarakat yang sangat terhubung, orang-orang akan menyelenggarakan perjalanan antar negara bagian dan antar negara, sehingga kekebalan kelompok perlu dicapai di seluruh bangsa dan dunia agar pandemi sudah, ” kata Pinto.

Meskipun ambang batas yang tepat untuk kekuatan kelompok tidak diketahui, para-para ahli memperkirakan bahwa kita akan membutuhkan setidaknya 70% orang untuk kebal kepada virus.

Para-para peneliti dapat memperkirakan bagian orang yang perlu kukuh terhadap virus untuk menyentuh kekebalan kelompok dengan memisalkan COVID-19 dengan penyakit lain dengan tingkat penularan seragam.

“Seperti tampak, kita tahu bahwa kita membutuhkan sekitar 93% warga untuk divaksinasi ata mempunyai kekebalan alami melalui paparan untuk mencegah wabah campak. Dengan COVID, karena hampir sama menularnya dengan tampak, mungkin kita membutuhkan sekitar 90% orang untuk kukuh, ” kata Pinto.

Belajar dari pandemi flu 1918

Sejak pandemi COVID-19 melanggar, orang membandingkannya dengan pandemi flu 1918. Sekitar 25 juta orang meninggal pada enam bulan pertama semenjak virus menyebar. Pandemi itu membutuhkan waktu sekitar 18-20 bulan untuk sepenuhnya berakhir. Namun virus itu tak hilang, dan itu merupakan hal yang sama yang para-para ahli perkirakan akan berlaku pada COVID-19.

“Sama seperti flu, para ahli berpikir COVID-19 bakal menjadi endemik, yang bermakna akan terjadi secara teratur pada populasi kita. Dan, seperti halnya flu, mungkin kita perlu divaksinasi ulang secara berkala untuk menghalangi penyakit serius, ” ujarnya.

Terlepas lantaran masa depan COVID-19, Pinto dan para ahli kesehatan dan ilmuwan mengingatkan asosiasi bahwa pandemi belum berakhir. Menjaga jarak sosial, getol mencuci tangan, menggunakan kedok, dan segera divaksin merupakan pertahanan kita saat ini.

Simak Video ” Satgas Prediksi Kasus Covid-19 Melandai di Bulan Juli
[Gambas:Video 20detik]
(rns/agt)