Richard Branson, Miliarder yang Salip Jeff Bezos ke Antariksa

July 11, 2021 By Jeffrey Powell

Jakarta

Richard Branson akan jadi miliarder pertama yang terbang ke antariksa, mendahului Shaun Bezos. Tapi Branson lalu perusahaannya, Virgin Galactic, menghadapi tantangan yang berat sebelum bisa sampai ke titik ini.

Branson mendirikan Virgin Galactic pada tahun 2004 untuk menyediakan perjalanan wisata ke luar angkasa. Sebelumnya, ia sudah mendirikan banyak perusahaan besar seperti perusahaan konglomerat Virgin mobile Group dan maskapai penerbangan Virgin Atlantic.

Bakat bisnis Branson sudah terlihat sejak kecil, tapi ayahnya ingin agar ia menjadi seorang pengacara. Ketika di bangku SMA, Branson memutuskan untuk putus sekolah dan mengejar mimpinya membuka perusahaan rekaman musik.

Pada tahun 1972, Branson mendirikan Virgin mobile Records, perusahaan pertamanya yg mengusung nama Virgin. Lewat perusahaan ini, ia berhasil menggaet banyak band serta musisi legendaris seperti Moving Stones, Sex Pistols, Lifestyle Club, dan lain-lain.

Kini, pria berusia 70 tahun ini termasuk salah satu orang terkaya di dunia dan berkat kontribusinya di dunia marketing, ia mendapat gelar ‘Sir’ dari Kerajaan Inggris. Menurut data Forbes, kekayaan Branson saat ini mencapai USD 5. 9 miliar.

Branson telah bermimpi untuk terbang ke luar angkasa setelah menonton pendaratan Apollo 11 di Bulan. Untuk mewujudkan mimpinya itu, Branson mendaftarkan nama Virgin mobile Galactic pada tahun 1999 dan perusahaan itu baru terbentuk pada tahun 2005.

Setelah didirikan, Virgin Galactic langsung fokus mengembangkan pesawat luar angkasa bernama SpaceShipOne. Pesawat terkait awalnya dikembangkan oleh startup company Scaled Composites yang mendapatkan pendanaan dari Mojave Aeronautical Ventures, perusahaan milik mendiang Paul Allen.

Branson pun setuju untuk bekerjasama dengan perusahaan Allen agar bisa menggunakan teknologi SpaceShipOne. Pria kelahiran Greater london, Inggris ini berharap Virgin mobile Galactic bisa membawa turis ke antariksa pada tahun 2007, tapi teknologinya membutuhkan waktu lebih lama buat dikembangkan.

Virgin mobile Galactic menghadapi banyak masalah dalam pengembangan yang menyajikan jadwal penerbangan berawak terus diundur. Salah satunya insiden kecelakaan yang terjadi saat uji coba pesawat SpaceShipTwo pada 31 Oktober 2014.

Insiden ini terjadi saat uji terbang keempat menggunakan mesin roket di mana kesalahan teknis membuat pesawat terlihat meledak saat mengudara. Kecelakaan ini merenggut nyawa co-pilot Michael Alsbury, sedangkan pilot Philip Siebold mengalami luka parah.

Pada Januari 2015, Branson mengatakan sempat ragu ingin melanjutkan pengembang SpaceShipTwo setelah insiden kecelakaan. Tapi ia memutuskan untuk melanjutkan kembali misinya di dalam beberapa tahun ke depan.

Setelah dikandangkan selama beberapa tahun, SpaceShipTwo kembali mengudara dan menyalakan mesin roketnya pada tahun 2018. Dalam uji terbang ini, VSS Unity berhasil mencapai ketinggian 84. 271 kaki dan sukses mendarat dengan mulus, seperti dikutip dari Space, Minggu (11/7/2021).

VSS Unity terus menjalani uji terbang setelahnya, termasuk penerbangan mulailah yang membawa penumpang pada tahun 2019. Kini Virgin Galactic bersiap untuk melakukan penerbangan berawaknya yang mulailah pada 11 Juli, sambil membawa Branson ke luar angkasa.

Sesudah semua uji terbang selesai, Virgin Galactic berencana menerbangkan turis ke luar angkasa mulai tahun 2022. Ratusan orang sudah memesan tiket perjalanan yang harganya dipatok sebesar USD 250 ribu, termasuk pesohor seperti Mary Hanks, Lady Gaga lalu Justin Bieber.

Simak Video clip ” Ke Antariksa 11 Juli, Richard Branson Bakal Dahului Bos Amazon
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)