Survei: 89% Orang Indonesia Pakai WhatsApp Untuk Komunikasi

June 5, 2021 By Jeffrey Powell

Jakarta

Bukti mengungkapkan bahwa mayoritas karakter Indonesia menggemari WhatsApp. Bersandarkan survei Ding, platform top up seluler, WhatsApp menjadi layanan pesan instan dengan paling banyak digunakan orang Indonesia untuk berkomunikasi secara yang lain.

Dari survei tersebut tersirap 89% responden menyatakan bahwa WhatsApp merupakan media yang orang Indonesia pilih buat saling berkomunikasi. Setelah tersebut diikuti Facebook dengan persentase 44% dan Instagram 41%.

Selain itu, lebih dari 70% orang Indonesia rupanya tertarik secara SuperApp, di mana 64% di antaranya seperti pengiriman denyut lewat aplikasi adalah jalan yang disukai saat ini.

Temuan di atas merupakan satu dari lima fakta yang lain soal pelanggan seluler Indonesia, fakta yang dimaksud yakni:

  • Dalam Indonesia, 93% responden mengikuti dalam setidaknya satu bagian pasar prabayar dengan 48% menggunakan dua atau bertambah produk prabayar.
  • Menerima pulsa merupakan kemahiran positif bagi masyarakat Indonesia.
  • Tanggung tanggungan untuk membantu keluarga dan teman jadi prioritas pati.
  • Populernya kegiatan saling mengirim pulsa.
  • Pandangan masyarakat Indonesia terhadap masalah ekonomi & ketenagakerjaan cenderung lebih pasti dibandingkan dengan negara lain.

Ding telah mempublikasikan temuan perdana Global Prepaid Index buat Indonesia. Dalam survei itu meneliti bagaimana sikap pemakai terhadap layanan prabayar, bagaikan telepon seluler prabayar & tagihan utilitas prabayar.

Hasilnya, terungkap bahwa 93% orang Indonesia dengan disurvei telah menggunakan beberapa aspek prabayar, dengan persentase tertinggi diantara tujuh negeri yang disurvei.

Melalui laporan tersebut, terungkap jika orang Indonesia memutar memiliki rasa tanggung tanggungan dalam membantu teman & keluarganya dibandingkan dengan negeri lain. Survei ini juga memperlihatkan responden Indonesia sangat memperhatikan perencanaan finansial & merasa optimis dengan kesibukan perekonomiannya.

“Penelitian tersebut menunjukkan bahwa klub memanfaatkan ekonomi prabayar karena pilihan, bukan karena kebutuhan, dan pasar prabayar mempesona banyak orang dari seluruh tingkat pendapatan mereka. Prabayar memberikan fleksibilitas, transparansi dengan lebih baik, serta kontrol keuangan yang lebih molek, ” tutur Mark Roden, Founder & Chief Executive Ding.

Roden menambahkan konektivitas telah menjelma sarana yang tak terpisahkan dalam menjaga komunikasi dengan keluarga dan yang asing selama satu tahun terakhir dan diprediksikan akan tetap berlanjut di tahun 2021 dan seterusnya.

Responden Indonesia mengungkapkan denyut yang paling mereka nantikan saat sudah diperbolehkan ke depannya adalah menghabiskan periode bersama keluarga dan saudara.

“Namun secara adanya ketidakpastian terkait metode perjalanan serta tantangan dengan dihadapi pasca COVID-19 ke depannya, pulsa seluler serta konektivitas digital akan tetap menjadi penting dan dibutuhkan, ” pungkasnya.

Menurut GSMA, dari mutlak 350 juta pasar telepon seluler di Indonesia, 97% atau sekitar 340 juta koneksi seluler dibayar pada muka. Selain itu, ada kebutuhan yang tinggi lantaran masyarakat Indonesia untuk menyimpan pulsa telepon dan terhubung dengan keluarganya di semesta dunia.

Simak Video ” Kebijakan Baru WhatsApp Mulai Berlaku Hari Itu, Sudah Tahu?
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)