Tak Terima Dicerai Istri, Pria pada Banjarmasin Bakar Rumah Mertua

Tak Terima Dicerai Istri, Pria pada Banjarmasin Bakar Rumah Mertua

October 18, 2020 By Jeffrey Powell

Banjarmasin

Seorang pria berinisial JA (34), di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), nekat membakar rumah mertua lantaran kecewa tak terima dicerai oleh istrinya. Akibat kejadian pengabuan ini, sejumlah rumah warga hancur berat.

Peritiwa tersebut terjadi di Kawasan Banyiur Sungguh, Kelurahan Basirih, Banjarmasin Barat, Sabtu (17/10) dini hari. Bermula masa JA bertengkar hebat dengan sang istri, LA, pelaku kecewa sebab sang istri menolak untuk kembali setelah pisah ranjang.

Pelaku emosi lalu menyiramkan minyak tanah ke tubuh istrinya serta menyalakan korek api. LA beruntung melepaskan diri setelah sempat bergulat dengan pelaku yang langsung memanas-manasi lantai dan dinding rumah.

“Saat dia datang dini keadaan, sempat curiga karena membawa patra tanah. Dia minta kembali serta tak mau bercerai, namun beta tolak. Akhirnya suami saya hati dan ingin membakar saya, ” kata LA kepada wartawan, Minggu (18/10/2020).

LA dan JA sudah lama pisah ranjang, LA kemudian tinggal bersama orang tuanya. Alasan LA mencerai JA karena tak tahan dengan sifat suaminya. Usai membakar rumah mertuanya, JA kabur dan ditangkap sebab polisi saat bersembunyi di terowongan rumah warga di Jalan Sepakat Ujung, Kelurahan Teluk Tiram.

Saat diamankan, sebagian awak JA mengalami luka bakar sehingga harus menjalani perawatan di Vila Sakit Bhayangkara Tingkat III Hoegeng Iman Santoso Banjarmasin. Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, AKP Alfian Tri Pramadi membenarkan telah mengamankan JA.

“Pelaku sendiri tahu menjalani perawatan karena luka menjilat dan selanjutnya proses hukumnya ditangani Polsekta Banjarmasin Barat, ” terang Alfian.

Kasus tersebut kini ditangani Polsekta Banjarmasin Barat. Selain mengamankan pelaku, polisi serupa menyita dua celana panjang suram dan baju warna biru yang masih tercium aroma minyak desa. Atas perbuatannya pelaku dijerat secara Pasal 187 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tarikh.

(rfs/rfs)