Tanda Kubah Panas yang Tewaskan Ratusan Orang di Kanada

July 1, 2021 By Jeffrey Powell

Kanada

Sebagian wilayah Kanada serta Amerika Serikat terkena aliran panas, menyebabkan ratusan masyarakat meninggal dunia. Temperatur udara memang sangat tinggi, apalagi memecahkan rekor. Hal itu disebabkan oleh fenomena kubah panas.

Jawatan koroner British Columbia melaporkan sedikitnya 486 ‘kematian mendadak’ antara Jumat (25/6) hingga Rabu (30/6) waktu setempat. Angka itu jauh lebih tinggi jika dibandingkan nilai normal yang mencapai 165 kematian setiap gelombang radang melanda.

Radang ekstrem ini disebabkan sebab kondisi yang disebut sebagai heat dome atau kubah panas. Akibatnya temperatur datang tembus 49, 5 taraf Celcius di area Lytton, British Columbia. Angkanya terus naik sehingga memecahkan rekor dalam tiga hari berendeng.

Di Amerika Serikat bagian barat, temperatur mencapai 46 posisi Celcius di Portland, Oregon. Lantas, apa penjelasan tanda kubah panas ini?

Kubah panas pada dasarnya adalah fenomena cuaca di mana kondisi tekanan mulia atmosfer menjebak udara yang datang dari Samudra Pasifik, menciptakan ruang udara & mengompresinya ke bawah, menghasilkan suhu semakin panas.

Area tekanan suasana tersebut membuat udara yang lebih dingin menjauh. Biasanya, angin dapat menggerakkan kubah panas dan menciptakan aliran panas, namun karena kubah ini amat tinggi sampai atmosfer, maka tidak barangkali pindah dan stasioner.

“Ibaratnya ini ialah pompa sepeda. Jika Anda memompa udara ke jalan sepeda, maka udaranya menjadi hangat, ” kata Philip Mote, profesor cuaca di Oregon State University dengan dikutip detikINET dari AFP, Kamis (1/7/2021).

Kondisi tersebut juga menyekat terbentuknya awan, sehingga radiasi dari sinar Matahari longgar memancar. “Kita pernah melihat fenomena semacam ini sebelumnya, tapi kali ini jauh lebih kuat, ” kata dia.

Penyebabnya mungkin tidak cuma mulia, akan tetapi mungkin terkait dengan perubahan iklim. Perkara langka semacam ini kira-kira akan semakin sering berlaku di masa depan karena peningkatan suhu global.

Tanpa adanya mutasi iklim, kondisi kubah radang itu memang dapat terjadi, akan tetapi skalanya tak sampai separah saat itu. “Dunia tanpa perubahan iklim tetap ada gelombang panasnya di sana Namun tak sampai memecahkan rekor, ” kata Zeke Hausfather sebab Breakthrough Institute.

Simak Gambar ” Sempat Pecah Rekor Akibat Gelombang Panas, Suhu di Seattle Menyusut
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)